Operasi Hidung Mancung

Operasi Hidung Mancung yang indah. Hidung merupakan bagian wajah yang memiliki bentuk dan ciri khas tersendiri bagi pemiliknya. Umumnya hidung orang Indonesia cenderung lebih pesek, kecil atau melebar. Sedangkan orang-orang eropa atau orang barat identik dengan kepemilikan hidung yang mancung dan indah. Selalu terlihat cantik, seksi, dan senantiasa awet muda seperti menjadi harga mutlak bagi para wanita terutama para artis.

Bentuk hidung juga identik dengan bangsa atau rasa tertentu. Bentuk hidung juga harus disesuaikan dengan bentuk wajah. Hidung yang mancung memiliki ciri bentuk hidung yang memuncak tinggi dan otomatis lebar punggung kedua hidung lebih sempit.

Mereka yang memiliki bentuk hidung yang lebih pesek dan lebar tentunya merasa kurang percaya diri kemudian timbul keinginan untuk memancungkan hidung dengan berbagai cara seperti operasi hidung mancung.

Operasi hidung ini hanya merubah bentuk hidung yang sebelumnya dan menambah ukuran hidung agar terbentuk hidung sesuai dengan keinginan atau yang dalam bahasa kedokteran disebut dengan prosedur rhinoplasty. Namun, kebanyakan orang Indonesia menempuh cara dengan melakukan operasi augmentation rhinoplasty, yakni prosedur atau operasi reka ulang dari bentuk hidung sebelumnya dengan meninggikan puncak hidung dengan cara menambahkan penyokong puncak hidung diantara 2 tulang rawan cuping (yang diambil dari tulang rawan cuping telinga) atau yang paing baik dalam menambah tinggi adalah implant silikon steril yang berbentuk “L”.

Menutur prosedur untuk melakukan operasi hidung mancung apabila anda memiliki pertumbuhan wajah Anda sudah selesai dan Anda berumur 16 tahun atau lebih tua. Anda memiliki fisik yang sehat, untuk dapat mengetahui sehat atau tidak anda dapat melakukan pemeriksaan terlebih dahili sebelum melakukan operasi hidung. Anda bukan seseorang yang memiliki kebiasaan merokok. Anda memiliki tujuan yang spesifik, tetapi realistis dalam pikiran untuk peningkatan penampilan Anda supaya lebih percaya diri.

Prosedur saat melakukan operasi hidung mancung dapat dilakukan dengan cara melakukan pembiusan lokal maupun pembiusan umum. Teknik pembiusan lokal atau pembiusan umum dipilih sesuai dengan keadaan pasien dan teknik operasi yang akan dilakukan. Rinoplasty dengan teknik yang sederhana biasanya memerlukan pembiusan lokal sedangkan yang kompleks memerlukan pembiusan umum. Tidak menutup kemungkinan bahwa pembiusan umum pada teknik prosedur sederhana pada pasien yang takut dioperasi dalam keadaan sadar.

Irisan luka operasi hidung mancung pada rhinoplasty memiliki dua macam yang berbeda, yaitu:
1. Irisan luka operasi di dalam hidung / intra nasal approach untuk operasi hidung dengan teknik yang sederhana.
2. Irisan luka operasi di luar hidung / external open approach untuk perasi hidung dengan teknik yang lebih kompleks.

Untuk beberapa kasus operasi hidung mancung yang berguna untuk memperbaiki tulang hidung yang bundar dan besar, dokter membentuk sedikit bagian dari tulang rawan hidung untuk memancungkan hidung. Struktur tulang hidung yang biasa dimiliki orang asia pada umumnya mempunyai struktur tulang yang kecil dan tipis, sehingga untuk membentuk hidung yang lebih mancung biasanya dengan cara menambahkan graft atau implant.

Beberapa material yang dapat digunakan para dokter untuk membentuk hidung yang baru yaitu graft, matrial yang bisa berasal dari tubuh sendiri (autograft) ataupun material buatan atau sintetis (implant). Graft yang berasal dari tubuh sendiri (autograft) dapat berupa tulang rawan yang diambil dari hidung pasien itu sendiri atau bisa diambil dari bagian tubuh lain seperti tulang rawan telinga atau tulang rawan iga.

Sebagian besar operasi hidung mancung rhinoplasty berjalan sukses tanpa terjadi komplikasi yang dialami oleh pasien. Adapun komplikasi yang mungkin terjadi adalah komplikasi dini ataupun lambat. “ Komplikasi dini antara lain bisa terjadi perdarahan baik saat operasi maupun sesudah operasi, infeksi, dan bengkak. Sedangkan komplikasi lambat bisa berupa jaringan parut bekas operasi, implant yang menonjol keluar, bentuk hidung yang tidak simetris maupun bentuk hidung yang tidak sesuai dengan keinginan awal pasien,”tambahnya.

Dokter yang kompeten dan teknik operasi yang baik dapat menekan dan atau menghindari terjadinya komplikasi komplikasi yang tidak diinginkan oleh pasien operasi hidung mancung. Dengan demikian bentuk hidung yang lebih baik dan harmonis dengan bentuk wajah bisa dicapai.

Namun pada setiap keputusan yang kita ambil pasti akan selalu ada resiko yang muncul. Seperti beberapa risiko Operasi Hidung mancung yang dialami oleh pasien seperti: Pecahnya pembuluh dari hidung. Timbulnya infeksi pada hidung. Buruk penyembuhan luka. Perdarahan pada bekas operasi (hematoma).  Hidung asimetri. Komplikasi jantung dan paru dapat terjadi pada prosedur bedah lagi dan mungkin terkait dengan pembentukan, atau peningkatan, pembekuan darah dalam sistem vena. Perubahan sensasi kulit (mati rasa) pada kulit bekas operasi.

Nasal saluran napas perubahan dapat terjadi setelah operasi hidung atau septoplasty yang mungkin mengganggu keluar masuknya normal udara melalui hidung. Perforasi septum hidung (lubang di septum hidung) terganggu. Rasa nyeri pada hidung. Rhinoplasty Unfavorable jaringan parut. Penyimpangan kontur kulit. Perubahan warna pada kulit dan pasca operasi hidung mancung menjadi bengkak. Jahitan spontan dapat muncul ke permukaan melalui kulit, menjadi terlihat atau menghasilkan iritasi yang perlu untuk dilepas dari hidung anda. Kemungkinan operasi revisional.


=====================================

>>> Alat Untuk Memancungkan Hidung (Nose Up Clipper), Untuk Memancungkan Hidung Secara Alami. Membuat Hidung Lebih Mancung, Lebih Indah dan Sempurna, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Hidung Mancung and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>